Oleh : Nur Hakiki
A. KONSEP DAN TUGAS PERKEMBANGAN
1. Konsep Tugas Perkembangan
Definisi tugas perkembangan di tuliskan oleh Hurlock (1980) sebagai socialexpactations. Arti dari social expectations dari pemaparan Hurlock adalahsetiap kelompok dari budaya-budaya yang di yakininya, mengharapkan setiapanggotanya dapat mennguasai keterampilan tertentu yang dianggap penting dalammenjalani setiap aspek dan keberlangsungan hidup kelompok mereka. Khususnyadalam pembentukan perilaku tiap individu yang lahir di dalam kelompok tersebutyang kemudian dapat di ajarkan pada generasi-generasi muda yang sedangmengalami fase yang sama.
Hal ini semakin di rincikan oleh Robert J. Huvigrust yang memandang tugasperkembagan sebagai sesuatu yang bersifat baru dalam diri individu dalam setiap periode tertentu dalam kehidupannya untuk menimbulkan fase-fase keberhasilandalam kegiatan atau aktivitas yang tersebut alami. Huvigrust menyebutkan bahwafase-fase keberhasilan dari suatu periode perkembangan pada individu akanmempengaruhi perkembangan yang akan ia alami kedepannya.
Dengan kata lain, maksud dari pemaparan Huvigrust adalah berhasil atautidaknya perkembangan yang di alami suatu individu ataupun anggota kelompok seperti yang disampaikan Hurlock, akan berpengaruh pada kehidupan yang dijalaninya. Misalnya saja, ketika individu atau anggota mampu memenuhi tugasperkembangan yang dialaminya, maka ia akan dapat memenuhi kebahagiaan yang diharapkannya, sedangkan ketika ia gagal memenuhi tugas-tugas perkembangan, makaakan ada suatu hal yang membuatnya berbeda dari anggota kelompok atau individulain yang memicu penolakan pada masyarakat budayanya, sebab kegagalan tersebutmenghasilkan proses perkembangan yang tidak sempurna, seperti perkembangansikap, kelainan pada perilaku, atau kemampuan pada menangkap informasi danmempelajari keterampilan yang mampu di serap oleh individu atau anggota seusiadan sefase dengan perkembangannya.
2. Tugas Perkembangan
Dalamperkembangan, tugas-tugas yang muncul pada tiap individu beberapa diantaranyamuncul karena faktor perkembangan fisik, sedangkan lainnya disebabkan olehpengaruh budaya dan sebagian lain sebab keinginan dari dalam diri individu itusendiri.
Tugas-tugasperkembangan tiap fase atau periode seperti yang di paparkan oleh RJ. Huvigrustdi uraikan sebagai berikut :
a. Tugas perkembangan bayi dan masa kanak-kanak (0-6 tahun)
1) Belajar berjalan
2) Belajar memakan benda padat
3) Belajar berbicara
4) Toilet learning
5) Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin
6) Mencapai kestabilan jasmaniah fisiologis
7) Belajar konsep sederhana tentang kehidupan
8) Belajar melakukan hubungan sosial dengan keluarga
9) Beajar mengenal konsep baik dan buruk
10) Belajar mengenal norma dan ajaran agama sederhana
b. Tugas perkembangan anak akhir (7-12 tahun)
1) Belajar keterampilan fisik untuk kegiatan bermain
2) Belajar membentuk sikap positif
3) Belajar bergaul dengan teman
4) Belajar berperan sesuai jenis kelamin
5) Belajar keterampilan dasar calistung
6) Belajar mengembangkan konsep sehari-hari
7) Belajar mengembangkan kata hati
8) Belajar bersikap mandiri
9) Mulai mengenal dan mengamalkan ajaran agama
c. Tugas perkembangan remaja (13-19 tahun)
1) Menerima fisiknya sendiri berikut kualitasnya
2) Mencapai kemandirian emosional danself control
3) Mengembangkan keterampian interaksi interpersonal
4) Mampu bergaul
5) Menemukan model yang dijadikan pusat identifikasi
6) Mampu bertanggung jawab
7) Memngembangkan keterampilan intelektual
8) Bertingkah laku rasional
9) Mempersiapkan karir
10) Memiliki sikap positif terhadap hubungan dan pernikahan
11) Mengamalkan ajaran agama
d. Tugas perkembangan dewasa awal (20-39)
1) Mengembangkan sikap wawasan dan pengamalan agama
2) Memasuki pekerjaan
3) Memilih pasangan hidup
4) Menikah dan hidup berkeluarga
5) Mengasuh, merawat, mendidik anak
6) Mengelola rumah tangga
7) Memperoleh kemantapan karir
8) Mengemban tanggung jawab menjadi masyarakat
9) Mencari kelompok sosial
e. Tugas Perkembangan dewasa madya (40-59)
1) Memantapkan pengamalan dan nilai-nilai agama
2) Mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga Negara
3) Membantu anak dan remaja belajar menjadi dewasa
4) Menerima dan menyesuaikan perubahan
5) Memantapkan keharmonisan keluarga
6) Mempertahankan prestasi berkarir
7) Memantapkan peran sebagai orang dewasa
f. Tugas Perkembangan Lansia (60-meninggal)
1) Lebih memantapkan diri pada ajaran agama
2) Mampu menyesuaikan diri pada penurunan fisik
3) Menyesuaikan diri dalam masa pension
4) Dapat menyesuaikan diri dengan kematian pasangan
5) Membentuk hubungan dengan yang seusianya
6) Memantapkan hubungan keluarga yang harmonis
B. SUMBER TUGAS PERKEMBANGAN
Tugas perkembangan merupakan fase yang berasal dari tiga sumber, yaitupertumbuhan fisik, kematangan kepribadian, dan tuntunan masyarakat yangmasing-masing fase terdapat dalam tahapan perkembangan di mulai sejak masabayi.
Pertama, tugas yang berasal dari pertumbuhan fisik. Dalam tugas pertumbuhanfisik ini dapat dilihat pada kesiapan balita dalam memupai belajar berjalan danberbicara. Pada tahapan ini, yang mengalami fase perkembangan ada otot-ototyang ada pada kaki dan wajahnya. Tentu saja tugas pertumbuhan ini berkaitandengan fase berikutnya yaitu saat ia bermain dengan teman sebaya di usiaremaja, juga fisik yang berubah dengan pertumnuhan hormone yang menyebabkantumbuhnya jakun pada lelaki dan masa pubertas anak perempuan, juga fasetimbulnya ketertarikan pada lawan jenis.
Kedua, tugas yang berasal dari perkembangan kepribadian. Biasanya dapatdilihat dari kemampuan anak dan remaja dalam menggolongkan kelompok sosial,suku, ras maupun perbedaan agama. Artinya perkembangan ini di lambangkan dengankemampuan untuk beraspirasi dan memyikapi perbedaan di lingkungannya. Kemudian pada fase ini juga usia remaja mulai memikirkan tentang karir dan mempelajaripengetahuan dan keterampilan dalam dunia kerja.
Ketiga, tugas perkembangan yang berasal dari tuntunan atau kewajibandalam berkelompok dan bermasyarakat. Contohnya saja perkembangan anak yangharus di seusaikan dengan pandangan masyarakat seperti anak usia SD mampu mengaji, membaca serta menulis, anak-anak bersekolah dan sebagainya. Dan jugamemasuki usia remaja dan dewasa awal, masyarakat beranggapan usia tersebutsudah memiliki pekerjaaan yang baik, atau mulai membangun pernikahan dansebagainya.
C. TUGAS PERKEMBANGAN USIA REMAJA DAN IMPLIKASINYA DALAM DUNIAPENDIDIKAN
1. Tugas Perkembangan Remaja
Tugas –tugas perkembangan pada fase remaja adalah kemampuannya dalambersikap dan menyesuiakan perilaku dengan lingkungan tempat ia berada. Dalamhal ini, perubahan yang di alami pada fase ini tidak hanya fisiknya saja tetapidari segi kognitif dan spikologisnya sebagai tuntutan dari dalam dirinya untuk menyesuaikandiri dengan tantangan hidup yang semakin kompleks di hadapannya.
Banyak ahli psikologi menyebutkan pada fase remaja ini, perkembangan yangdialami oleh individu yang berkaitan di dalamnya di hadapkan pada tahapan identity information artinya, pada fase perkembangan usia remaja, hal yangmenjadi tugas perkembangan utamanya adalah mengenal dirinya sendiri. Merekaakan mengalami fase peperangan di dalam dirinya guna menemukan jati diri,sehingga keberhasilan pada perkembangan maupun kegagalannya, bergantung sejauhmana ia berhasil menemukan jati dirinya. Oleh karena itu, pada fase ini,perkembangan yang membawa pada kematangan sistem moral membuat gangguanterhadap perilaku lebih sering terjadi.
Hal ini disebabkan oleh berkembangnya kapasitas intelektual dan rasaingin tahu yang tinggi, sehingga stress dan harapan-harapan yang mulai munculmengakibatkan gangguan pada pikiran, perasaan hingga perilaku yang ada padadirinya. Sehingga akan sangat rentan terhadap resiko dengan melakukan berbagaikenakalan, yang biasa disebut sebagai kenakalan remaja.
Ketika perkembangan remaja mencapai tingkat kematangan pencapaianperkembangan fase kognitif yang baik, tingkat kematangan ini akan sangatmembantu dalam melaksanakan tugas –tugas perkembangan yang seimbang. Selainitu, kemampuan kognitif tersebut harus di damping dengan keterampilan ataukreatifitas agar rasa penasaran yang sering kali muncul dalam memenuhipencarian jati dirinya bisa di lakukan dalam kegiatan praktik nyata yangbersifat positif.
2. Impikasi Perkembangan Masa Remaja dalam Pendidikan
Masing-masing perkembangan pada usia di dalam dunia pendidikan,mendapatkan porsi yang berbeda-beda dalam menanganinya. Untuk anak usia remaja,pihak penyelenggara pendidikan tentu mengetahui bahwa, pada usia pencarian jatidiri tersebut sangat rawan terhadap hal-hal yang bersifat negatif sebab rasapenasaran anak yang sangat tinggi. Untuk itu, kesempatan yang diberikan olehpihak sekolah atau penyelenggara pendidikan adalah dengan memberi peluangkegiatan atau aktivitas di luar kelas yang bersifat kreativitas dannon-akademik akan sangat membantu mereka dalam menyesuaikan peran mereka didalam lingkungan sosial, pemahaman yang lebih terhadap perkembangan fisik danpsikologis, serta memahami dan menghayati fungsi dan peran terhadap perbedaanjenis kelamin.
Dalam penerapannya, implikasi terhadap perkembangan masa remaja yangpenting di lakukan sebagai bentuk membantu remaja tersebut di dalam duniapendidikan adalah :
a. Memberikan kesempatan kegiatan non akademik melalui berbagai organisasiatau perkumpulan guna memberi ruang pada rasa ingin tahu yang tinggi remaja danmenjadi jati dirinya di dalam kelompok atau organisasi yang ia ikuti. Agar iadapat mempejari hal-hal baru yang tidak ia temukan hanya dengan media akademikdi sekolah, hal ini juga berfungi sebagai media positifnya dalam menuangkankreativitasyang ia miliki.
b. Menindaklanjuti dengan cepat dan efektif penyimpangan-penyimpangan yangmulai timbul pada perilaku dan jenis kelamin dengan mengadakan bimbingan
c. Adanya kegagalan dalam perkembangan jasmani pada remaja di berikesempatan untuk berlomba dengan kelompoknya sendiri, dengan begitu mereka akanmemahami keklainan yang ada pada diri mereka dan harapannya ia dapatmenyesuaikan dan juga memberi pencegahan terhadap adanya pembullyan padapeserta dengan perlambatan perkembangan, dengan mengedukasi peserta denganperkembangan jasmani yang normal untuk bergaul baik sebagai teman sebaya
d. Memberikan bantuan baik itu kemudahan dan bimbingan bagi remaja-remajayang mulai aktif mencari minat sesuai dengan kemampuan yang di ingininya, atausesuai dengan kebiasaan di dalam masyarakatnya, serta membimbing danmengarahkan remaja mencari pendidikan yang bermanfaat dalam persiapannyamemasuki dunia kerja.
DAFTARPUSTAKA
Ali, Moh danMohammad Asrori. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik.Jakarta : PT. Bumi Aksara
Agustiani,Hendriani.2006. Psikologi Perkembangan : Pendekatan Ekologi kaitannyadengan Konsep Diri dan Penyesuaiannya pada Remaja. Bandung : Refka Aditama
Desmita.2012.PsikologiPerkembangan Peserta Didik. Bandung :PT. Remaja Rosdakarya
Sunarto.2008.Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta
Yusuf, S.2008. Psiklogi perkembangan Anak dan Remaja.Bandung : PT. RemajaRosdakarya
Yusuf, S.dan A. Juntika Nurihsan.2010.Landasan Bimbingan dan Konseling.Bandung : Remaja Rosdakarya
Komentar
Posting Komentar