Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Hallo Lasak Gen',
"Tetaplah semangat mengejar mimpi di mana pun kalian berada"
Kali ini Lasak Brain ingin menuliskan tentang Strategi Memahami Karakter Peserta Didik berdasarkan Psikologi Pendidikan. Nah, semua ini tujuannya untuk menjadi guru yang profesional nih, Lasak Gen'
---
Untuk menjadi guru yang profesional, tidak cukup dengan pintar public speaking skill atau nilai akademik yang tinggi, Lasak Gen'. Sebab, semua itu tidak akan berjalan dengan baik, ketika seorang guru telah berada di depan kelas dan berhadapan dengan para siswa, yang tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda. Dan apa jadinya ketika Lasak Gen' sedang mengeluarkan kehebatan dalam Public speaking dan pengetahuan, tetapi peserta didiknya cuek dan merasa bosan?
Nah, dalam psikologi pendidikan menjawab pertanyaan dan keluh kesah para Lasak Gen' yang akan terjun di bidang mengajar nih.
Seperti yang Lasak Brain sebutkan sebelumnya, dari laman web Nurul Anwar (2017) juga menjelaskan bahwa seorang pendidik dalam sebuah pembelajaran yang efektif, tidak hanya bertugas menguasai kurikulum dan tugas-tugas kependidikan. Misalnya, menjelaskan, memberi tugas atau memberi latihan berbentuk praktik, dan juga masalah-masalah berkenaan dengan manajemen kelas lainnya nih, Lasak Gen'. Tetapi seorang pendidik, juga harus mengenali peserta didik yang akan di ajarnya. Tidak cuma kenal nama saja nih, Lasak Gen', tetapi pendidik juga harus mengenali karakteristik dari tiap-tiap peserta didik yang di ajarnya.
Nah dalam psikologi pendidikan, Nurul Anwar menyebutkan bahwa pendidik dalam mengenali peserta didiknya tidak hanya cukup dalam mengenal kepribadian, tetapi juga kebutuhan belajar, kemampuan mereka dalam belajar, potensi atau bakat yang mereka miliki, bahkan lingkungan sekitar mereka. Ini baru guru yang profesional ya, Lasak Gen'. Banyak dan sulit juga ya?
Dalam memenuhi kebutuhan peserta didik akan karakteristik yang mengimbanginya, dibutuhkan seorang guru yang profesional. Nah, untuk menjadi guru yang profesional, seorang pendidik harus memenuhi 4 kompetensi profesional guru. secara ringkas, kompetensi itu diantaranya:
1. kompetensi pedagogik,
2. kompetensi kepribadian,
3. kompetensi profesional,
4. kompetensi sosial.
Nah, selain itu, di dalam kompetensi pedagogik menurut Nurul Anwar, pendidik wajib memiliki hal- hal berikut, yaitu :
a. mengenali potensi dan karakteristik peserta didik,
b. menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang efektif,
c. menguasai perencanaan dan pengembangan kurikulum,
d. menguasai langkah-langkah pembelajaran yang efektif,
e. menguasai sistem, mekanisme, dan prosedur dalam penilaian.
Jika dilihat dari urutan kemampuan seorang guru, kita bisa melihat bahwa megenali potensi dan karakter peserta didik itu hal yang utama. Dan di dalam tulisan ini, Lasak Brain juga hanya mengambil hal pertama ini, nih Lasak Gen'. Yaitu karakteristik peserta didiknya.
Sebelum kita semakin jauh, terlebih dahulu Lasak Brain bertanya nih. Lasak Gen' sudah pada tahu belum apa sih karakteristik peserta didik?
Karakteristik peserta didik
Istilah karakter membuat banyak orang menyamakannya dengan kata sifat, watak, akhlak, atau tabiat. Kenyataannya tak selalu bisa dimaknai seperti itu. Kita perlu mempelajari pengertian karakter menurut para ahli agar memahami perbedaannya. Menurut Doni Kusuma, karakter adalah ciri, karakteristik, gaya, atau sifat diri dari seseorang yang bersumber dari bentukan yang diterima dari lingkungannya.
Berdasarkan pendapat tersebut karakter peserta didik turut dibentuk dan dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Tadkiroatun Musfiroh (2008: 25), mengatakan karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills). Dari pendapat para ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwa karakter adalah ciri, sifat diri, akhlak atau budi pekerti, kepribadian dari seseorang yang dalam hal ini adalah peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran yang diberikan oleh pendidik, jelas bukan hanya masalah pengetahuan ya, Lasak Gen'.
Di dalam Kurikulum 2013, sekarang pola pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang akan dipelajari dan gaya belajarnya (learning style) untuk memiliki kompetensi yang diharapkan oleh Kurikulum 2013. Oleh sebab itu, Lasak Gen' harus mengenal karakteristik setiap peserta didik di dalam proses pembelajaran, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal pertama yang harus Lasak Gen' ketahui adalah mengenal karakter peserta didik yang berkaitan dengan aspek perkembangan fisik peserta didik. Seperti kita ketahui fisik peserta didik mengalami perkembangan yang signifikan pada saat mereka menginjak remaja atau pada saat mereka di sekolah menengah. Pada dasarnya perkembangan merujuk kepada perubahan sistematis tentang fungsi-fungsi fisik dan psikis. Perubahan fisik meliputi perkembangan biologis dasar sebagai hasil dari konsepsi, dan hasil dari interaksi proses biologis dan genetika dengan lingkungan. Sementara perubahan psikis menyangkut keseluruhan karakteristik psikologis individu, seperti perkembangan kognitif, emosi, sosial, dan moral.
Selain itu terdapat juga faktor-faktor dalam memenuhi potensi dari karakteristik peserta didik nih, Lasak Gen'
Faktor potensi peserta didik
Faktor Fisik
Setiap individu mempunyai ciri dan sifat atau karakteristik bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh lingkungan. karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Hal tersebut merupakan dua faktor yang terbentuk karena faktor yang terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan kemampuan individu bawaan dan lingkungan dengan caranya sendiri-sendiri. Natur dan nurture merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menjelaskan karakteristik-karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan.
Karakteristik yang berkaitan dengan perkembangan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Faktor Psikologis
Faktor psikologis berkaitan dengan hal kejiwaan, kapasitas mental, emosi, dan intelegensi individu. Kemampuan berpikir peserta didik memberikan pengaruh pada hal memecahkan masalah dan juga berbahasa. Hal lain yang berkaitan dengan aspek psikologi peserta didik adalah: Motivasi Intrinsik. Menurut Arden N. F (Hayinah, 1992) motivasi Intrinsik meliputi: dorongan ingin tahu; sifat positif dan kreatif; keinginan mencapai prestasi; dan kebutuhan untuk menguasai ilmu dan pengetahuan yang berguna bagi dirinya. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah faktor yang datang dari luar individu tetapi memberi pengaruh terhadap kemauan belajar peserta didik.
Hal di atas ini merupakan faktor-faktor yang berada di dalam diri peserta didik sendiri Lasak Gen'. Nah, Lasak Brain juga mendaptkan sumber tentang faktor-faktor berasal dari lingkungan atau dari liar diri si peserta didik, yaitu :
Lingkungan Sosial Masyarakat
Lingkungan sosial individu adalah lingkungan di mana seorang individu berinteraksi dengan individu lainnya dalam suatu ikatan norma dan peraturan. Kondisi lingkungan yang sehat dan mendukung secara positif terhadap proses belajar peserta didik akan memberikan pengaruh yang positif pada perkembangan potensi peserta didik. Lingkungan masyarakat yang kumuh, dan tidak mendukung secara positif seperti banyaknya pengangguran, dan anak terlantar akan memberikan pengaruh negatif pada aktivitas dan potensi peserta didik.
Lingkungan Sosial keluarga
Keluarga adalah lingkungan sosial terkecil pada peserta didik. Peran keluarga dalam menunjang potensi peserta didik sangat penting. Hal-hal seperti kedekatan dengan orang tua, dukungan, dan hubungan dengan anggota keluarga yang harmonis akan memberikan dampak pada perkembangan potensi peserta didik.
Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah, seperti teman sekelas, guru, dan staf administrasi dapat memberikan pengaruh terhadap proses belajar peserta didik. Hubungan baik dan harmonis diantara ketiganya memberikan pengaruh pada proses belajar. Memberikan motivasi yang positif dan kesempatan pada peserta didik untuk belajar dan berkembang akan sangat berpengaruh pada pencapaian potensinya. Guru harus dapat mengamati dengan baik karakteristik dari peserta didik.
Perbedaan kelas sosial
kelas sosial peserta didik Sekolah adalah wadah bagi seluruh peserta didik untuk mengembangkan potensinya tanpa memandang perbedaan. Memahami perbedaan karakteristik peserta didik adalah merupakan tantangan besar bagi pendidik dalam menunjang perkembangan potensi peserta didik. Bagaimana menciptakan kondisi kelas yang mendukung aktivitas belajar yang dapat mewadahi seluruh peserta didik merupakan salah satu peran penting dari pendidik. Perbedaan ras dan etnik akan memunculkan perbedaan dialek bahasa, nilai, dan keyakinan yang kesemuanya itu akan sangat membawa pengaruh dalam proses pengembangan potensi peserta didik. Pendidik harus peka dan memiliki sikap positif terhadap perbedaan karakteristik peserta didiknya. Mc. Graw Hill dalam bukunya Learning to Teach (2009) menyatakan bahwa ketika penggunaan dialek bahasa keluarga yang dipakai oleh peserta didik di Amerika dipaksa untuk dihapuskan, maka kecenderungan prestasi akademik siswa tidak mengalami peningkatan, justru memunculkan kondisi emosional yang negatif pada mereka. Pendidik sebaiknya senantiasa mampu memunculkan kondisi emosi positif pada peserta didik dengan segala keberagaman karakteristik mereka.
Nah secara teori psikologinya tentu Lasak Gen' sudah benar-benar paham kan, apa yang harus di lakukan? Nah, Lasak Brain ingin menambah sedikit lagi nih untuk menambah kekuatan Lasak Gen' dalam menghadapi karakteristik peserta didik. Lasak Brain akan memberikan tips dalam mengenali dan memahami karakteristik peserta didik. Yuk simak!
Tips!
Dari Deni Purbowati (2021) Lasak Brain mendapatkan info bahwa ada empat tips terutama bagi guru-guru muda seperti Lasak Gen' yang akan mengabdikan diri dalam dunia pendidikan nih, diantaranya :
a. kenali tempramen peserta didik
rata-rata siswa mengerjakan tugas ataupun beradaprasi dengan hal-hal baru sesuai dengan karakteristik mereka. Dan Lasak Gen' harua tahu bahwa ketika Lasak Gen' menerapkan atau mengekpprasi pembelajaran bersama mereka terkadang ada saja yang tidak memiliki antusiasme terhadap hal baru yang kita tawarkan. semua itu bukan karena mereka malas ya, Lasak Gen'. Alasan ketidakantusiasan beberapa peserta didik disebabkan karena ada beberapa karakter mereka yang sangat berhati-hati dalam beradaptasi. Mereka membutuhkan banyak waktu untuk membiasakannya. Oleh sebab itu, membuat mereka harua beradaptasi lebih cepat, terkadang memunculkan ledakan emosi yang tidak di inginkan, seperti bersikap acuh, malas, dan tidak mendengarkan Lasak Gen' saat menjelaskan.
b. amati siswa selama proses belajar
Dalam psikologi pendidikan, seorang pendidik maupun individu dapat mengenali karakteristik individu lain dari caranya berbicara dan juga belajar. Nah, Sebagai individu, karakter siswa tampak dari caranya berkomunikasi – baik verbal maupun non-verbal. Bagaimana siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga bisa memberi petunjuk tentang karakteristiknya. Lebih dari itu, pola interaksi yang sama boleh jadi terulang pada saat siswa harus bekerja dan mengerjakan tugasnya dalam kelompok. Apa lagi karakteristik siswa yang penting untuk diperhatikan selama proses belajar? Lasak Gen' perlu memperhatikan bagaimana siswa berkomunikasi-apakah mengajukan pertanyaan, aktif dalam diskusi, hingga bagaimana tingkat kesulitannya dalam mengerjakan tugas.
Raut muka juga mampu menunjukkan apakah siswa sudah memahami materi pelajaran atau belum. Karakteristik siswa juga dapat diamati dari perilakunya-apakah relatif tenang, mengganggu kelas, dan seterusnya. Pada akhirnya, proses belajar seorang siswa yang kurang lancar dapat menghambat proses belajar mengajar kelas dengan mengganggu temannya, misalnya.
c. Lakukan komunikasi dua arah
Pernah gak Lasak Gen' mendengar bahwa peserta didik hanya mampu menjadi pendengar yang baik selama kurang lebih 15 menit? Atau Laaak Gen' menjadi salah satunya?
Nah, setelah mengetahui informasi itu, apa teknik ceramah selama dua jam pelajaran masih efektif? Untuk itulah Lasak Gen' perlu nih melakukan komunikasi dua arah selama pembelajaran. misalnya dengan melempar pertanyaan, meminta tanggapan, meminta peserta didik membaca sepenggal tulisan atau hal-hal lain yang membuay mereka tak merasa bosan karena mendengar Lasak Gen' menjelaskan terus-terusan.
d. menyertakan pesertakan peserta didik untuk aktif di kelas
Karakteristik peserta didik yang berbeda-beda, tentu saja membuat keaktifan mereka juga berbeda. Sesuai dengan teori belajar dalam psikologi menyebutkan bahwa ada anak yang lebih senang mendengarkan saat guru atau teman sebayanya menjelaskan. Dan ia belajar dengan mendengarkan da mengingatnya di dalam fikirannya. Nah, karena merasa nyaman dengan kebiasaan cara belajar tersebut. Peserta didik cenderung tak ingin pergi dari zona nyamannya, dan meraaa terancam jika harus ikut serta mengambil bagian untuk berbicara. Akibatnya tentu saja, ia akan menjadi karakter insividu yang pendiam, pemalu, dan berakibat fatal bisa di jauhi teman-temannya. Untuk itu Lasak Gen' perlu melatihnya secara perlahan. Dengan memintanya maju ke depan kelas untuk membaca, menulis di papan tulis, atau berpendapat. Bisa membuatnya lebih percaya diri dan terbuka ke sesama teman dan juga lingkungannya.
Komentar
Posting Komentar